Final Fantasy: Sebuah Akhir yang Menjadi Awal


Final Fantasy merupakan salah satu franchise video game yang paling berpengaruh, ikonik, dan sukses sepanjang sejarah video game. Dikembangkan oleh Square (lalu berkembang menjadi Squaresoft dan sekarang Square Enix), seri ini berhasil menancapkan akar kuat di industri game sejak pertama kali dirilis pada tahun 1987.
 
Di masanya, Final Fantasy mampu mempopulerkan ulang genre role-playing game (RPG), memperkenalkan mekanisme gameplay, narasi, dan dunia fantasi yang diminati oleh banyak gamer.
 
Keberhasilan ini tidak hanya melahirkan beragam sekuel dan spin-off, tetapi juga menciptakan karya lain seperti film, anime, novel, hingga merchanidse yang menjadikannya salah satu franchise paling komprehensif yang pernah ada.
 
Sejarah Pembuatan

Pada awal 1980-an, Square hanyalah perusahaan kecil yang bergerak di bidang developer game. Hingga tahun 1986, mereka merilis beberapa judul game, tetapi belum menemukan kesuksesan besar. Saat itu, industri game sedang mengalami penurunan yang dikenal sebagai "Crash Video Game 1983" yang menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar.

Dalam situasi inilah Hironobu Sakaguchi, seorang developer di Square, memutuskan untuk menciptakan sebuah game role-playing game (RPG) yang akan menjadi project terakhirnya jika gagal sehingga judulnya diberi nama "Final Fantasy."
 
Nama ini menyiratkan harapan terakhir Square untuk bisa bertahan di industri game, mereka menaruh semua harapan pada game. Inspirasi utama Sakaguchi datang dari game populer pada era itu, seperti Dragon Quest dan The Legend of Zelda yang telah sukses.

Final Fantasy pertama dirilis pada konsol Nintendo Entertainment System (NES) di Jepang.
 
Hironobu Sakaguchi, Yoshitaka Amano, dan Nobuo Uematsu yang telah berhasil mengembangkan game Final Fantasy. 
 
 
Latar Belakang Cerita

Cerita berpusat pada empat pahlawan yang dikenal sebagai Warriors of Light, yang masing-masing membawa kristal dengan kekuatan magis. Dunia tempat mereka tinggal berada di ambang kehancuran akibat elemen-elemen alam yang tak terkendali: angin berhenti bertiup, tanah menjadi tandus, api mulai menghilang, dan laut mengering. Para Warriors of Light ditugaskan untuk mengembalikan kekuatan kristal-kristal tersebut dan mengalahkan kejahatan yang telah merusak keseimbangan dunia.

Petualangan mereka membawa player menuju banyak kota dan dungeon-dungeon yang dipenuhi dengan monster. Ternyata, musuh utama para pahlawan ini adalah Garland, seorang ksatria kegelapan yang berusaha menguasai dunia. Nantinya, Garland kemudian bereinkarnasi menjadi Chaos, sosok yang merusak keseimbangan dunia dengan menciptakan siklus waktu yang kacau.

Meskipun cerita Final Fantasy 1 bisa dibilang cukup sederhana dibandingkan dengan sekuel-sekuel lainnya, elemen dasar seperti pertarungan antara mana yang baik dan yang jahat, serta eksplorasi dunia yang luas, Square berhasil menciptakan game yang menarik bagi banyak gamer di masanya.

Pertarungan dengan Garland sebagai bos pertama ketika bermain game Final Fantasy di seri pertama pada konsol NES.
 
Garland yang bereinkarnasi menjadi Chaos sebagai bos terakhir di game Final Fantasy seri pertama di NES.
 

Gameplay

Final Fantasy seri pertama memperkenalkan sistem battle turn-based, di mana player dapat memilih tindakan setiap karakter dalam tim secara bergiliran. Player dapat memilih job untuk setiap anggota tim, seperti Fighter, Thief, White Mage, Black Mage, Red Mage, dan Monk. Pilihan ini memberi fleksibilitas dalam battle dan berperan penting dalam menghadapi tantangan.

Pada saat eksplorasi world map, player dapat menjelajahi dunia menggunakan kapal dan kendaraan lainnya, mendatangi tempat yang belum pernah dikunjungi. Leveling sistem berdasarkan experience, kekuatan karakter juga bisa didapatkan dari level maupun equipment.
 
Pilihan job pada Final Fantasy seri pertama di NES.
 

Dampak Penjualan

Ketika Final Fantasy dirilis pada tahun 1987 di Jepang untuk konsol Nintendo Entertainment System (NES), game ini sukses besar di pasar lokal. Meskipun pengembangan game ini dipenuhi risiko, hasilnya ternyata luar biasa. Square berhasil menjual sekitar 520.000 copy di Jepang, angka yang sangat tinggi untuk industri game pada waktu itu. Keberhasilan ini memberikan kehidupan baru bagi Square dan memungkinkannya untuk terus mengembangkan sekuel.

Pada tahun 1990, Final Fantasy dirilis di Amerika Utara, di mana game RPG belum terlalu populer. Meskipun tidak meraih kesuksesan sebesar di Jepang, game ini cukup berhasil untuk memperkenalkan genre RPG ke pasar barat dan menyiapkan panggung untuk seri-seri berikutnya. Secara global, Final Fantasy seri pertama menjual lebih dari 1.000.000 copy yang menjadikannya sebagai salah satu game NES paling sukses di era itu.

Penjualan ulang di platform lain seperti PlayStation, Game Boy Advance, dan konsol-konsol modern melalui layanan digital juga meningkatkan angka penjualan Final Fantasy seri pertama ini. Hingga kini, diperkirakan >2.000.000 copy telah terjual di seluruh dunia, baik dalam versi aslinya maupun port, dan remake.

Pengaruh Final Fantasy terhadap Industri Game

Final Fantasy seri pertama ini memiliki dampak besar pada industri game, terutama dalam memperkenalkan elemen-elemen gameplay yang menjadi fondasi bagi game RPG modern. Sistem kelas karakter (job system), narasi yang kompleks dengan tema-tema mendalam, serta musik ikonik menjadi ciri khas seri ini dan diadopsi oleh banyak game lainnya.

Kesuksesan Final Fantasy tidak hanya menyelamatkan Square dari kebangkrutan, tetap juga membentuk masa depan genre RPG di Jepang dan seluruh dunia. Berkat game ini, Square menjadi salah satu developer game terbesar di dunia, dan seri Final Fantasy terus berkembang hingga sekarang.

Kesimpulan

Final Fantasy seri pertama menjadi sebuah batu loncatan penting bagi kesuksesan Square Enix sebagai perusahaan game. Dibuat dengan harapan terakhir dari sebuah tim yang berjuang di tengah ketidakpastian, game ini melahirkan salah satu franchise paling ikonik dalam sejarah video game. Final Fantasy membuktikan bahwa risiko besar dapat berujung pada reward yang besar juga.

Game ini tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah industri video game, tetapi juga sebagai pelopor dalam membentuk masa depan RPG dan game fantasi di seluruh dunia di kemudian hari.

Dukung Saya di Trakteer
 
Bagi Anda yang suka dengan artikel-artikel yang saya buat, saya berharap Anda bisa mendukung saya melalui sedikit donasi untuk meningkatkan kualitas konten yang saya buat. Rencananya, saya ingin memiliki website sendiri. Apabila Anda berkenan, silakan klik gambar di bawah ini untuk menuju halaman donasi.

Comments