Bagi Anda yang pernah memainkan beberapa atau bahkan semua seri Final Fantasy, sadar atau, tidak ada beberapa nama karakter yang muncul beberapa kali di beberapa serinya. Bahkan, ada satu nama karakter yang selalu muncul sejak Final Fantasy II hingga Final Fantasy XVI, yaitu Cid.
Dalam sejarahnya, nama Cid ini sebenarnya bukan hanya pengulangan karakter tapi juga merupakan sebuah simbol sebagai penanda identitas. Pasalnya, Cid digambarkan sebagai karakter yang memiliki hubungan dengan sebuah teknologi, airship, atau hal-hal yang berhubungan dengan peradaban maju di dunia Final Fantasy. Hebatnya, karakter Cid selalu dihadirkan sebagai tokoh yang menghargai tradisi tanpa mengorbankan inovasi. Ia bisa digambarkan sebagai seorang ilmuwan, insinyur, pemimpin, atau figur ideologis sebagai simbol konflik teknologi dengan kemanusiaan.
Mari kita bahas bagaimana karakter-karakter Cid yang ada di setiap seri Final Fantasy supaya kita bisa mengenal tentang perbedaan penggambaran sosok dan ceritanya.
Baca juga: Hal-hal yang Menarik di Industri Game 2025
Final Fantasy II: Cid
Dimulai dari Final Fantasy II, Cid adalah seorang kapten pesawat yang berada di kota Fynn. Ia meninggalkan karirnya sebagai seorang ksatria dan memulai bisnis transportasi dengan memanfaatkan pesawat miliknya. Cid juga ikut membantu Firion dan timnya untuk menghentikan Dreadnought dan kerajaan Palamecia. Ia sempat ditangkap oleh kerjaan Palamecia dan Dreadnought, namun para pemberontak berhasil membebaskannya meskipun ia mengalami luka parah.
Cid akhirnya meninggal dan pesawatnya diberikan kepada Firion agar mereka dapat melanjutkan tugasnya untuk mengalahkan Palamecia. Cid pertama ini kemudian menjadi standar bagi banyak Cid berikutnya, meskipun peran dan kapasitas storynya berbeda-beda.
Final Fantasy III: Cid Haze
Cid Haze digambarkan sebagai tokoh yang sedikit berbeda dari penampilan sebelumnya, yang mana tadinya seperti tentara bayaran namun kali ini ia digambarkan sebagai seorang penemu tua yang berpengalaman dan berwawasan luas.
Ketika karakter utama bertemu Cid di Kazus, mereka menyadari bahwa kota tersebut terkena kutukan dan berubah menjadi arwah gentayangan. Cid membantu player dengan menyediakan pesawat namun syaratnya adalah mengalahkan Djinn dan menghilangkan kutukan tersebut. Setelah berhasil dikalahkan, ia dan player terbang menuju Kazus dan Canaan, kampung halamannya Cid. Setelah itu, Cid menetap di Canaan untuk merawat istinya yang sedang sakit dan player melanjutkan petualangannya.
Final Fantasy IV: Cid Pollendina
Pada seri ini, karakter Cid untuk pertama kalinya bisa dimainkan sebagai anggota party, di mana Cid Pollendina adalah kepala insinyur sekaligus arsitek pesawat di kerajaan Baron yang dikenal sebagai Red Wings. Cid sendiri adalah sahabat lama dari Cecil dan Rosa, ia bergabung setelah dipenjara oleh raja palsu Baron akibat menolak mematuhi perintahnya. Cecil membebaskan Cid dari penjara dan berjanji akan membantu sahabatnya itu untuk menyelamatkan Rosa yang diculik.
Cid mengemudikan pesawat bernama Enterprise dan membantu Cecil untuk menghentikan Golbez dan kaum Lunarian. Ia juga mengorbankan dirinya demi pelarian diri player dari kerajaan Red Wings meskipun terlihat sudah tua namun ia pemberani dan nekat. Keberaniannya inilah yang menjadi alasan bahwa ia mampu bertahan dan berkontribusi untuk player.
Final Fantasy V: Cid Previa
Pada seri ini, Cid kembali menjadi NPC yang digambarkan sebagai sosok sepuh yang lebih akademis dan cendikia. Ia adalah seorang penemu dan akademisi ternama yang meneliti Crystal dan penemuan terkenalnya adalah mesin replikasi yang memanfaatkan energi Fire Crystal untuk memproduksi berbagai barang dan material kebutuhan industri. Namun, ketika ia menyadari bahwa mesin ciptaannya justru merusak kestabilan Crystal tersebut, Cid kemudian membantu player dalam misi menyelamatkan Fire Crystal. Ia membantu player dalam memperoleh pesawat dan memberikan petunjuk untuk menemukan Earth Crystal.
Cid digambarkan sebagai sosok yang jauh lebih tenang, bijaksana, dan mencerminkan peranananya sebagai ilmuwan yang matang serta penuh pertimbangan.
Final Fantasy VI: Cid del Norte Marquez
Cid di seri ini cukup menarik perhatian karena mengenakan pakaian warna kuning seperti jas hujan. Cid del Norte Marquez digambarkan sebagai seorang ilmuwan dan penemu ternama sekaligus arsitek teknologi Magitek (magical technology) yang digunakan oleh kerajaan Gestahlian. Ia juga berperan sebagai ayah angkatnya Celes, serta menjadi sosok yang menanamkan sihir ke dalam dirinya hingga menjadikannya seorang Magitek Knight kerajaan.
Kepribadian Cid digambarkan mirip dengan figur Oppenheimer, di mana ia diliputi kemarahan dan penyesalan karena inovasi Magitek ciptaannya lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan perang. Namun sayangnya ia dikabarkan meninggal setelah peristiwa kataklisme besar.
Final Fantasy VII: Cid Highwind
Seri ketujuh ini mungkin yang paling dikenal banyak orang, di mana Cid ini adalah yang paling ikonik dan bisa dimainkan ke dalam party bersama Cloud untuk melawan Sepiroth. Ia digambarkan sebagai mantan astronot Shinra yang memiliki sifat keras kepala dan sebagai kapten di pesawat Highwind. Ia bergabung ketika Cloud tiba di Rocket Town, bertepatan ketika pasukan Shinra juga tiba di sana. Cid dan Cloud melarikan diri dengan pesawat Tiny Bronco, namun pesawat tersebut berhasil ditembak dan hanya bisa bergerak di perairan laut rendah. Cid meninggalkan kehidupannya yang pahit di Rocket Town dan bergabung dengan harapan menemukan tujuan hidup yang lebih besar.
Awalnya, sosok Cid ini dikenal sebagai seorang yang pemarah, sinis, dan tidak mau membantu orang lain. Namun seiring dengan meningkatnya ancaman dari Sepiroth terhadap planet, ia perlahan mulai sejalan dengan tujuan Cloud dan kawan-kawan. Dari segi desain, Cid sebagian besar terinspirasi dari Cid di Final Fantasy II, namun juga menyertakan visual Kain dari Final Fantasy IV.
Final Fantasy VIII: Cid Kramer
Cid di Final Fantasy VIII sedikit berbed, karena ia berperan sebagai kepala sekolah. Cid Kramer adalah pendiri Balamb Garden, sebuah akademi militer yang menjadi pusat pelatihan karakter utama, Squall. Ia juga memiliki sejumlah peran lain yang cukup kompleks di alur cerita Final Fantasy VIII, karena game ini sendiri memiliki cerita yang rumit dan banyak teori yang bertebaran di kalangan fandom. Cid di sini memiliki sosok yang cenderung santai, ramah, dan sedikit menjaga jarak.
Setelah Cid menyatakan Squall lulus, terjadi kerusuhan di Balamb Garden dan ia memberikan kunci aktivasi untuk mengubah sekolah menjadi sebuah kapal raksasa. Ia tetap terus mengawasi Balamb Garden dan player sepanjang perjanalan untuk menghadapi Ultimecia.
Final Fantasy IX: Cid Fabool IX
Pada seri kali ini, peran Cid sebagai seorang pemimpin negara yang bernama Lindblum dan negara ini terkenal karena armada pesawatnya. Banyak insinyur, mekanik, dan pilot terbaik yang ada di Lindblum dan bahkan transportasi utamanya adalah kapal udara yang mengantar penumpang dari satu distrik ke distrik lainnya. Cid juga bisa dimainkan dalam mini game ketika ia menjadi seekor Oglop (sejenis katak, mungkin?) saat menyelamatkan tim player yang dikurung.
Final Fantasy X: Cid
Cid di seri ini berperan sebagai pemimpin bangsa Al Bhed yang akan membantu Yuna dan kawan-kawannya untuk membebaskan dunia dari Sin. Bangsa Al Bhed sendiri dikenal memiliki kemampuan mekanik yang sangat maju, mereka banyak membuat pesawat dan kapal. Cid sendiri merupakan paman dari ibunya Yuna dan sekaligus sebagai ayahnya Rikku.
Cid akan membantu Yuna untuk mengaktifkan sebuah pesawat kuno dari bangsa Al Bhed yang ditemukan di dasar laut. Nantinya, ia akan menjadi kapten di pesawat Fahrenheit yang akan membawa Yuna dan kawan-kawannya menuju Old Zanarkand.
Final Fantasy XI: Cid
Di seri ini, Cid dikenal sebagai seorang insinyur sekaligus penemu terkenal di Republik Bastok. Ia berperang sebagai salah satu pemberi quest utama, di mana setiap questnya akan berkaitan langsung dengan pengembangan, penemuan, dan pembuatan item untuk player. Sepanjang perjalanan, peran Cid akan semakin penting seperti mengembangkan pesawat.
Final Fantasy XII: Cidolfus Demen Bunansa
Pada seri kali ini, untuk pertama kalinya Cid berperan sebagai antagonis. Ia adalah seorang ilmuwan yang bekerja di kerajaan Archadia dan bertanggung jawab atas proses sintetis Nethicite, serta pengembangan teknologi industri. Ambisi dan sudut pandangnya menjadikan Cid sebagai salah satu orang yang penting bagi kekuatan militer dan politik kerajaan.
Cid juga berperan sebagai ayah dari Balthier, kapten bajak laut udara yang bergabung dengan player. Sepanjang game, Cid akan berhadapan dengan player sebagai bos beberapa kali.
Final Fantasy XIII: Cid Raines
Cid di seri ini sedikit berbeda, karena ia bukan seorang ilmuwan atau insinyur, tetapi ia tetap mengendalikan pesawat. Cid Raines merupakan seorang jenderal di Guardian Corps, yang mana ia menjabat sebagai komandan utama pesawat Linblum bertugas sebagai pengawal Lighting dan teman-temannya menuju Cocoon. Meskipun ia digambarkan sebagai sosok yang lebih muda dari Cid yang lain, ia memiliki alur cerita yang kompleks dengan idealisme dan kepentingan politik yang sarat dengan intrik.
Final Fantasy XIV: Cid nan Garlond
Cid di sini adalah seorang pemimpin Garlond Ironworks yang mengembangkan Magitek untuk dunia Final Fantasy XIV. Dalam storynya, Cid mengalami amnesia dan berusaha mengungkap alasan di balik keahliannya yang luar biasa di bidang teknik, sekaligus menelusuri apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupannya sebelum kehilangan ingatan.
Final Fantasy XV: Cid Sophiar
Pada seri ini, Cid menjadi seorang montir mobil juga mengelola bengkel Hammerhead. Ia bekerja berdasarkan kontrak dengan keluarga kerajaan Lucis untuk menangani Regalia dan membantu Noctis. Menghujung akhir cerita, Cid mengubah Regalia menjadi sebuah pesawat.
Final Fantasy XVI: Cidolfus Telamon
Cid di seri ini sedikit berbeda, ia bukanlah seorang yang ahli dalam bidang teknologi, mekanik, atau transportasi melainkan ia tampil sebagai seorang pemikir, pemimpin, dan pembangkang sistem. Cid merupakan mantan perwira kerajaan Sabreque yang kemudian berbalik menentang tatanan dunia. Peran Cid sendiri lebih menegaskan kepada pergeseran tradisi dan narasi Final Fantasy yang lebih politis dan gelap, dari simbol teknologi menjadi simbol pembebasan.
Dukung Saya di Trakteer
Bagi Anda yang suka dengan artikel-artikel yang saya buat, saya berharap Anda bisa mendukung saya melalui sedikit donasi untuk meningkatkan kualitas konten yang saya buat. Rencananya, saya ingin memiliki website sendiri. Apabila Anda berkenan, silakan klik gambar di bawah ini untuk menuju halaman donasi.
Bagi Anda yang suka dengan artikel-artikel yang saya buat, saya berharap Anda bisa mendukung saya melalui sedikit donasi untuk meningkatkan kualitas konten yang saya buat. Rencananya, saya ingin memiliki website sendiri. Apabila Anda berkenan, silakan klik gambar di bawah ini untuk menuju halaman donasi.
















Comments
Post a Comment